Riri, Ciri, Hiri: Gerak Sejarah-Budaya Hiri di Kilas Bayang Ternate
Main Article Content
Abstract
Artikel ini membahas dinamika sejarah dan budaya Hiri di Ternate, dengan fokus pada konsep "Riri," "Ciri," dan "Hiri" sebagai elemen penting dalam identitas dan perkembangan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana gerak sejarah dan budaya Hiri terbentuk, bertransformasi, dan mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat Ternate. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan bantuan pendekatan sejarah lisan. "Riri" merujuk pada jejak sejarah yang tercatat dalam tradisi lisan dan tulisan, sedangkan "Ciri" menggambarkan nilai-nilai budaya yang membentuk karakter masyarakat Hiri. "Hiri" itu sendiri dijelaskan sebagai entitas sosial dan budaya yang memiliki peran signifikan dalam hubungan antar individu dan komunitas. Melalui kajian ini, kontribusi penting Hiri dalam membentuk pola interaksi, struktur sosial, serta pemaknaan terhadap ruang dan waktu dalam konteks sejarah Ternate. Dengan pendekatan sejarah-budaya, artikel ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang relevansi dan daya tahan Hiri sebagai bagian dari warisan budaya yang terus berkembang.
Abstract
This article discusses the historical and cultural dynamics of Hiri in Ternate focusing on the concept of Riri, Ciri and Hiri as crucial elements in the identity shaping of the local community. This research aims to reveal how history and culture of Hiri have developed, transformed and rooted in the social life of the locals. In conducting this research, historical methods and oral history approach are used. While “Riri” refers to the historical traces ever recorded both as oral and written literary heritage, “Ciri” is defined as cultural values shaping the locals’ character. Additionally, Hiri itself is a social and cultural entity which plays a significant role as the glue between individual and community. Through this cultural historical research, important contribution of Hiri as cultural heritage in shaping human interaction, social structure, and the meaning of time and space are expected to be understood
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Amal, M.A. (2007). Kepulauan Rempah-Rempah: Perjalanan Sejarah Maluku Utara 1250-1950. Makassar: Gora Pustaka Indonesia.
Andaya, L.Y. (1993). The World of Maluku: Eastern Indonesia in the Early Modern Period. Honolulu: University of Hawaii Press.
Ankersmit, F.R. (1987). Refleksi tentang Sejarah: Pendapat-Pendapat Modern tentang Filsafat Sejarah. Dick Hartoko, terjemahan. Jakarta: PT Gramedia
Argensola, B.L. (1708). The Discovery and Conquest of The Molucco and Philippines Islands. John Stevens, terjemahan. London.
Clercq, F.S.A. de. (1890). Bijdragen tot de Kennis der Residentie Ternate. Leiden: E.J. Brill.
Cortesao, A. (1944). The Summa Oriental of Tomé Pires and The Book of Francisco Rodrigues. London: Printed for The Hakluyt Society.
Crab, P. van der. (1878). Geschiedenis van Ternate: Beschriven door den Ternataan Naidah. Leiden: Brill.
Dames, M.L. (1921). The Book of Duarte Barbosa. Vol. II. London: Printed for The Hakluyt Society.
Harari, Y.N. (2017). Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia. Yanto Musthofa, terjemahan. Jakarta: KPG.
Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Jogjakarta: Tiara Wacana.
Kuntowijoyo. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah. Jogjakarta: Bentang Pustaka.
Pigafetta, A. (1874). The First Voyage Round The World by Magellan. Lord Stanley of Alderey, terjemahan. London: Printed for The Hakluyt Society.